Tuesday, December 8, 2015

WISATA SUMBERBOTO MOJOWARNO JOMBANG

Wisata sumberboto,pemandian tinggalan kerajaan majapahit




Sekitar tujuh kilometer dari arah kota Kecamatan Mojoagung, terdapat sebuah monumen dan pemandian bernama Sumberboto, karena terletak di Desa Sumberbotokecamatan mojowarno. Di sana terdapat ‘saksi sejarah’ yang, konon, dikabarkan sebagai peninggalan Kerajaan Majapahit. Dalam perkembangannya, jadilah tempat itu sebagai sarana rekreasi bagi keluarga.

Melihat lokasinya yang mudah terjangkau, sekitar tujuh kilometer dari arah Kota Kecamatan Mojoagung, atau sekitar 20 kilometer dari Kota Jombang, Sumberboto sebenarnya memiliki prospek menjanjikan. Jalan setapak menuju ke sana pun cukup representatif.

Dalam sehari, sedikitnya puluhan bahkan ratusan wisatawan datang ke lokasi yang, konon kabarnya, merupakan salah satu bukti peninggalan Kerajaan Majapahit itu. Daya tarik bagi pengunjung, selain terdapat dua lokasi pemandian, satu untuk anak-anak dan satu lagi untuk umum, juga dibangun beberapa sarana bermain.

Di sekelilingnya ditumbuhi beragam tanaman rindang nan hijau, yang berfungsi menaungi lokasi wisata. Dan yang tak kalah menariknya, di sekitarnya juga bisa dimanfaatkan sebagai arena perkemahan umum dan pelajar.
Representatif
Dua kolam renang yang ada di wisata Sumberboto, sebenarnya cukup representatif bagi sebuah tempat rekreasi. Karena beberapa sarana yang.dibutuhkan tersedia kendati tidak mewah, seperti kamar mandi yang berfungsi untuk membersihkan badan usai berendam di kolam
.
Airnya yang bening mengalir deras dari pegunungan sekitar, membuat pemandian ini banyak disukai pengunjung. Sarana tempat bermain untuk anak-anak pun, secara fisik, memang tidak semewah di tempat rekreasi ternama lainnya. Tetapi nyatanya selalu ‘dikerumuni’ pengunjung anak-anak
.
Dan, yang tak kalah menariknya adalah tersedianya lokasi parkir yang sangat bagus, lebih dari rasa aman. Berdasarkan data yang masuk, sejak lokasi tersebut dijadikan sebagai tempat wisata umum, tampaknya belum pernah sekalipun terjadi pencurian kenadaraan bermotor milik pengunjung. Dan rupanya hal tersebut lebih disebabkan karena sistem penjagaan yang ekstra ketat dari para petugas yang ditunjuk.
Anda penasaran dengan sumberboto,silakan berkunjung ke tempat ini,tiket masuk murah dan dijamin anda puas bersama keluarga,.....................................

Wednesday, November 18, 2015

AGRO BUAH STRAWBERI nongkojajar tutur pasuruan

 34 Manfaat Strawberry untuk Kesehatan dan Kecantikan Serta Ibu Hamil
Selain apel dan susu yang sudah terkenal di Nongkojajar ternyata masih ada satu lagi potensi buah yang juga menjadi kebanggaan masyarakat Nongkojajar yaitu buah strawberry yang sekarang cukup banyak di budidayakan oleh petani yang ada di Nongkojajar yang salah satunya yaitu Bapak Yulianto bertempat di Dusun Ngadipuro Desa Wonosari Nongkojajar, atau hanya setengah km saja dari Nongkojajar.Dengan menempati lahan kurang lebih ada 1/4 Ha lahan tersebut di tanami dengan berbagai jenis strawberry.Dan masih menurut Bapak Yuli bibit di dapat dari Negeri Belanda.Untuk rasa dan warna memang berbeda sekali dengan strawberry lokal yang cenderung kecut sedangkan bibit dari Negeri Belanda selain rasanya manis juga bentuknya besar-besar.Biasanya pada hari libur sangat rami sekali dikunjungi oleh para wisatawan baik lokal maupun mancanegara selain itu para pengunjung bisa semuanya memetik dan memakannya hanya dengan membayar Rp.10.000,- saja bisa makan sepuasnya tetapi bagi yang ingin membawa untuk di bawa pulang bisa juga tinggal metik kemudian di timbang buah strawberry sudah bisa di bawa pulang.Selain dalam bentuk buah ternyata strawberry juga bisa di olah dalam bentuk selai,dodol dan lain sebagainya.Musim buah strawberry biasanya pada akhir musim hujan dan sebelum musim hujan tiba.
 anda penasaran dengan agro strawberi ini ,silakan cepat cepat berkunjung ke nongkojajar,keburu telat.

AGRO BUAH APEL BATU MALANG

 wisata petik apel
 20141017-093925.jpg
 Apel
Buah apel telah menjadi ciri khas kota Batu mengakibatkan berkembangnya perkebunan apel sebagai obyek wisata oleh masyarakat sekitar kota Batu. Diawali dari pemikiran tersebut akhirnya dibangunlah wisata  yang biasa disebut dengan Wisata Petik Apel Batu berada dan berlokasi di Kota Batu Malang sekarang telah menjadi salah satu obyek wisata favorit, baik untuk pengunjung domestik atau wisatawan lokal maupun wisatawan asing.


Wisata agro di Batu ini lebih menarik dengan kelebihannya yaitu kita dapat memetik buah apel secara langsung dari pohonnya serta kita dapat menikmati langsung segarnya buah apel. Perkebunan apel dengan suasananya nan asri dan dikelilingi gunung yang indah membuat para pengunjung merasa nyaman serta refresh dari kejenuhan aktivitas sehari-hari.

Fasilitas Wisata Petik Apel Kota Batu


Di area wisata ini anda dapat langsung memetik sendiri buah apel dari pohon dan ditemani oleh pemandu kusuma agrowisata. Pemandu kusuma agrowisata akan menjelaskan tentang budidaya tanaman dan hal-hal yang berkaitan tentang buah-buah tersebut. Seperti cara menanam pohon apel dan juga cara merawat pohon apel dengan baik dan benar, sampai bagaimana memanen apel dan mengenali buah apel dengan bagus supaya hasil yang didapat tidak mengecewakan.


Di kawasan kusuma agrowisata kebun apel ini juga telah disediakan tempat untuk outbound yang tentunya sangat menyenangkan. Mulai dari outbond dengan flying fox-nya sampai dengan paintball dan air soft gun tersedia di area perkebunan yang terkenal dengan kusuma agrowisata kebun apel tersebut. Anda juga dapat merasakan sensasi menaiki ATV dengan mengelilingi bukit Panderman ataupun menunggang kuda poni dan ditemani oleh pemandu yang sangat berpengalaman.

Akses menuju  Petik Apel Kota Batu

Akses atau rute untuk menuju lokasi  petik apel tidaklah sulit. Dengan Lokasi yang tak berjauhan dengan tempat wisata lain di kota Malang, yaitu Jatim Park, untuk sampai di tempat ini, jika Anda menggunakan bus, maka waktu yang dibutuhkan dari terminal Kota Malang sampai Agrowisata kurang lebih 40 menit.

Akses yang Anda lewati persis dengan akses ke Batu Secret Zoo, tetapi pada saat Anda tiba di pertigaan Karangploso, ikutilah terus jalan tersebut sebab jalan tersebut merupakan jalan satu arah. Jika Anda tersesat di tengah jalan, dari sini Anda dapat bertanya kepada orang sekitar, karena mereka sudah hafal jalan menuju Agrowisata Malang.

Anda penasaran dengan wisata petik apel ini,silakan membuktikan sendiri untuk datang ke kota batu untuk makan apel sepuasnya disini..

Friday, November 13, 2015

MUSIUM PENINGGALAN MAJAPAHIT

 

Seorang Bupati Mojokerto yang bernama R.A.A. Kromodjojo Adinegoro memiliki jasa besar atas pendirian Museum Trowulan. Diawali atas prakarsanya dan seorang arsitek Belanda bernama Henry Maclaine Pont mendirikan Oudheeidkundige Vereebeging Majapahit (OVM) pada tanggal 24 April 1924 yaitu suatu perkumpulan yang bertujuan meneliti peninggalan-peninggalan Majapahit. OVM menempati sebuah bangunan di Trowulan yang terletak di Jalan Raya antara Mojokerto dan Jombang (sekarang Kantor BP3 Trowulan).


Seiring dengan perkembangan waktu maka OVM memiliki jumlah koleksi yang melimpah bahkan beberapa temuan berasal dari luar Situs Trowulan. Semakin banyaknya jumlah koleksi tersebut maka pada tahun 1926 para pemrakarsa OVM berniat mendirikan Museum yang bernama Museum Trowulan. Museum ini terbuka untuk umum dan didirikan bangunan khusus untuk ruang pamernya.

Pada masa pendudukan Jepang (1942), museum sempat ditutup untuk umum karena Henry Maclaine Pont ditawan oleh Jepang. Guna menjaga aset museum tersebut maka pemerintah mengambil alih pengelolaannya.

Semenjak Indonesia merdeka maka pengelolaan dilakukan oleh bangsa sendiri melalui lembaga Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala (SPSP) yang sekarang bernama Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Timur. Kantor tersebut selain mengelola museum juga melakukan perlindungan benda purbakala di seluruh wilayah Jawa Timur sehingga Museum Trowulan pada akhirnya menampung benda cagar budaya yang rawan rusak atau hilang di tempat aslinya. Museum akhirnya berpindah ke arah selatan berganti nama menjadi Balai Penyelamatan Arca. Penamaan tersebut didasarkan atas fungsinya yaitu lokasi penyelamatan arca dan sejenisnya. Walaupun nama tersebut sudah berubah tetapi masyarakat masih mengenal dengan nama Museum Trowulan.

Jumlah koleksi Museum Trowulan semakin bertambah banyak pada tahun 1999 karena adanya pemindahan dan penggabungan koleksi Gedung Arca Mojokerto dengan Museum Trowulan. Penembahan koleksi tersebut terutama berasal dari koleksi R.A.A. Kromodjojo Adinegoro pada masa sebelumnya yang disimpan di Gedung Arca Mojokerto tersebut.

Mulai tanggal 3 November 2008 secara resmi nama Balai Penyelamatan Arca atau Museum Trowulan berganti nama menjadi Pusat Informasi Majapahit (PIM) yang diresmikan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Jero Wacik. Penamaan tersebut didasarkan atas peningkatan kebutuhan masyarakat akan informasi tentang Majapahit baik oleh peneliti maupun masyarakat umum. Sebuah informasi terpadu baik berupa data tertulis, digital, gambar maupun peninggalan pada zaman Majapahit nantinya dapat diakses secara lengkap di Pusat Informasi Majapahit tersebut.

Walaupun nama dan bentuk kegiatannya sudah mengalami perubahan dan perkembangan, tetapi fungsi dan tujuan dasarnya tidak berubah yaitu tetap sebagai museum dan Balai Penyelamatan Benda Cagar Budaya di Jawa Timur. Bahkan sekarang beragam bentuk kegiatan mampu dilaksanakan di Pusat Informasi Majapahit tersebut, sebagai contoh kegiatan outbond yang mampu menampung sekitar 800 orang. Bertambahnya nilai penyajian dan bentuk kegiatan di PIM mampu mendongkrak pula nilai museum bukan hanya sekedar tempat mengumpulkan benda-benda antik tetapi juga sebagai sarana hiburan keluarga dan kelompok masyarakat. Bahkan siswa-siswa di sekitar Mojokerto hampir setiap akhir pekan selalu mengadakan kegiatan kunjungan atau hanya sekedar melaksanakan kegiatan outbond di kompleks PIM tersebut.

Koleksi PIM
Dominasi koleksi di PIM (Museum Trowulan) adalah benda-benda cagar budaya yang ditemukan di sekitar Situs Trowulan atau peninggalan pada zaman Majapahit. Melalui peninggalan tersebut kita dapat mengetahui aspek budaya yang pernah terjadi pada zaman Majapahit seperti bidang pertanian, irigasi, arsitektur, perdagangan, perindustrian, agama dan kesenian. Koleksi tersebut dipajang di gedung atau ruang terbuka berbentuk pendopo atau halaman museum.

Berdasarkan bahannya, maka koleksi PIM yag dipamerkan dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok yaitu sebagai berikut.

1.Koleksi tanah liat (terakota)
Koleksi ini mencakup terakota manusia (figurin), alat-alat produksi, alat-alat rumah tangga, dan arsitektur.
2.Koleksi keramik
Koleksi keramik beragam bentuk antara lain guci, teko, piring, mangkok, sendok, dan vas bunga. Koleksi tersebut dapat diketahui umur relatifnya dan asal negaranya antara lain berasal dari Cina, Thailand, dan Vietnam.
3.Koleksi logam
Koleksi logam dapat diklasifikasikan berdasarkan bentuknya dan fungsinya antara lain uang kuno, alat-alat seperti bokor, pedupaan, lampu, guci, cermin, genta, dan alat musik.
4.Koleksi batu
Koleksi berbahan batu dapat diklasifikasi menjadi koleksi miniatur dan komponen candi, koleksi arca, koleksi relief, dan koleksi prasasti. Selain itu juga terdapat koleksi lain yang berbahan batu yaitu alat-alat dan fosil binatang.

GUNUNG KELUD dan CERITA LEGENDA

 Sejarah Gunung Kelud | Legenda Asal-Usul Kelud
Gunung Kelud terletak di 3 kabupaten yaitu ,Kediri, Malang dan Blitar.dan gunung ini adalah salah satu wisata alam jawa timur dengan ketinggian 1700m diatas permukaan laut,dan sampai saat ini gunng ini termasuk gunung berapi yang masih aktif,terakhir kali gunung kelud meletus yaitu pada malam hari tgl 14 februari 2014,mengeluarkan lahar panas dan pasir disekitaran perkampungan warga.
Pemandangan disini sangatlah indahdan bisa membuat kita puas kalo berkunjung kesini,
apabila mau menuju gunung ini,dari kota kediri hanya berjarak 35 km,dan jalanannya pun sudah diaspal dengan baik dan jalan tidak terlalu menanjak dan disekitar jalan banyak berdiri warung warung yang kecil menjual makanan dan minuman klo kita mau beristirahat.
 JALUR MENUJU GUNUNG KELUD DARI JOMBANG
 
Ambil arah ke Pare Kediri melalui Ngoro Jombang, lalu lurus dan ikuti jalan menuju Plosoklaten, saat tiba di kantor Polsek Plosoklaten Belok kiri arah ke Wates, dipasar Wates ikuti jalan searah dan ambil kiri menuju Kecamatan Ngancar Kediri, lurus dan ikuti jalan saja anda akan segera sampai di lokasi wisata gunung kelud..
 JALUR MENUJU GUNUNG KELUD DARI SURABAYA

Ambil arah ke Jombang, saat di Mojoagung (depan Polsek Mojoagung/Pasar Mojoagung) belok kiri arah ke Mojowarno, belok kanan saat tiba di depan RSK Mojowarno menuju Cukir, ikuti jalan hingga sampai di pabrik gula lalu belok kiri dan ikuti jalan menuju Ngoro, dari Ngoro ambil kanan arah ke Pare Kediri, mulai dari sini arah jalan menuju gunung kelud sama seperti petunjuk diatas.

.
Yang ada hingga saat ini yaitu jalan misteri, dimana ketika anda melewatinya kendaraan yang ada gunakan bisa berjalan sendiri meskipun dalam keadaan netral, namun ini hanyak berlaku jika anda menggunakan

kendaraan roda empat alias mobil. Berikut penampakan dari Jalan misteri kelud.


Jalan misteri gunung kelud
Jalan misteri gunung kelud

Jalan kaki dari parkir terakhir ke puncak KeludSelama dalam perjalanan kesana anda akan dimanjakan oleh pemandangan yang sangat mengesankan hati, yaitu pemandangan akan pegunungan dan bukit yang berjajar dengan pesona keindahan masing-masing, serta sepanjang jalan anda akan menjumpai perkebunan buah nanas yang berada di sebelah kanan dan kiri jalan.
Bagi anda yang membawa kendaraan roda empat anda harus berjalan kaki dua kali lipat sebab jarak antara spot foto, tempat parkir dan gunung kelud sendiri masih cukup jauh dan menanjak. Berbeda dengan sepeda motor, yang bisa dibawa hingga tempat parkir paling atas, yang boleh di lewati kendaraan. Meski begitu bagi anda yang memakai mobil anda bisa menggunakan jasa ojek yang ada di sekitar tempat parkir, baik untuk keatas maupun kebawah.
Jalan kaki dari parkir terakhir ke puncak Kelud

Kawasan wisata ini sangat cocok bagi semua umur mulai dari anak-anak, usia muda maupun orang usia tua. Namun ini akan sangat cocok bagi anda yang berjiwa travel dan masih bersemangat bak anak muda, anda bisa berfoto selfie, yang dimulai dari tempat parkir paling bawah, hingga spot foto paling atas yang boleh di jangkau pengunjung. Saat kesini usahakan tubuh anda dalam keadaan fit karena dari tempat parkir terakhir anda harus berjalan keatas yang keadaan jalannya menanjak, dan pastikan cuacanya saat cerah.
 
LEGENDA GUNUNG KELUD
 
 Dewi Kilisuci anak putri Jenggolo Manik yang terkenal akan kecantikannya dilamar dua orang raja. Namun yang melamar bukan dari bangsa manusia, karena yang satu berkepala lembu bernama Raja Lembu Suro dan satunya lagu berkepala kerbau bernama Mahesa Suro. Sejarah gunung kelud di lanjutkan dengan adanya sayembara yang tidak mungkin dikerjakan oleh manusia biasa kepada mereka berdua, oleh Dewi Kilisuci sendiri yang bertujuan untuk menolak lamaran tersebut, yaitu membuat dua sumur di atas puncak Gunung Kelud, yang satu harus berbau amis dan yang satunya harus berbau wangi dan harus selesai dalam satu malam atau sampai ayam berkokok.
Akhirnya dengan kesaktian Mahesa Suro dan Lembu Suro, sayembara tersebut disanggupi. Setelah berkerja semalaman di atas Gunung Kelud, kedua-duanya menang dalam sayembara. Tetapi Dewi Kilisuci masih belum mau diperistri. Kemudian Dewi Kilisuci mengajukan satu permintaan lagi. Yakni kedua raja tersebut harus membuktikan dahulu bahwa kedua sumur tersebut benar benar berbau wangi dan amis dengan cara mereka berdua harus masuk ke dalam sumur.
Karena mereka berdua terpedaya dengan rayuan sang Dewi, keduanya pun masuk ke dalam sumur yang sangat dalam tersebut. Begitu mereka sudah berada di dalam sumur, lalu Dewi Kilisuci memerintahkan prajurit Jenggala untuk menimbun keduanya dengan batu. Maka matilah Mahesa Suro dan Lembu Suro di Sumur dari hasil buatannya itu sendiri di atas Gunung Kelud. Tetapi sebelum mati Lembu Suro sempat bersumpah dengan mengatakan (dalam bahasa jawa) “Yoh, wong Kediri mbesuk bakal pethuk piwalesku sing makaping kaping yoiku. Kediri bakal dadi kali, Blitar dadi latar, Tulungagung bakal dadi Kedung”. yang artinya (Ya, orang Kediri besok akan mendapatkan balasanku yang sangat besar. Kediri bakal jadi sungai, Blitar akan jadi daratan dan Tulungagung menjadi danau. Dari Sejarah Gunung Kelud | Legenda Asal-Usul Kelud  ini akhirnya masyarakat lereng Gunung Kelud melakukan sesaji sebagai tolak balak supah itu yang disebut Larung Sesaji. Acara ini digelar setahun sekali pada tanggal 23 bulan sura oleh masyarakat Sugih Waras

KERIS WARISAN LELUHUR JAWA

  Keris-Jawa-Ditjenbud.jpg

Tosan aji atau senjata pusaka seperti tombak, keris dan lain-lain itu bisa menimbulkan rasa keberanian yang luar biasa kepada pemilik atau pembawanya. Orang menyebut itu sebagai piyandel, penambah kepercayaan diri, bahkan keris pusaka atau tombak pusaka yang diberikan oleh Sang Raja terhadap bangsawan Karaton itu mengandung kepercayaan Sang Raja terhadap bangsawan unggulan itu. Namun manakala kepercayaan sang raja itu dirusak oleh perilaku buruk sang adipati yang diberi keris tersebut, maka keris pusaka pemberian itu akan ditarik/diminta kembali oleh sang raja.

Hubungan keris dengan sarungnya secara khusus oleh masyarakat Jawa diartikan secara filosofi sebagai hubungan akrab, menyatu untuk mencapai keharmonisan hidup di dunia. Maka lahirlah filosofi "manunggaling kawula – Gusti", bersatunya abdi dengan rajanya, bersatunya insan kamil dengan Penciptanya, bersatunya rakyat dengan pemimpinnya, sehingga kehidupan selalu aman damai, tentram, bahagia, sehat sejahtera. Selain saling menghormati satu dengan yang lain masing-masing juga harus tahu diri untuk berkarya sesuai dengan porsi dan fungsinya masing-masing secara benar. Namun demikian, makna yang dalam dari tosan aji sebagai karya seni budaya nasional yang mengandung pelbagai aspek dalam kehidupan masyarakat Jawa pada umumnya,kini terancam perkembangannya karena aspek teknologi sebagai sahabat budayanya kurang diminati ketimbang aspek legenda dan magisnya.

Empu Dari Zaman Ke Zaman

Dua arti dalam istilah empu, pertama dapat berarti sebutan kehormatan misalnya Empu Sedah atau Empu Panuluh. Arti yang kedua adalah ‘Ahli’ dalam pembuatan ‘Keris’. Dalam kesempatan ini, Empu yang kami bicarakan adalah seseorang yang ahli dalam pembuatan keris. Dengan tercatatatnya berbagai nama ‘keris’ pastilah ada yang membuat. Pertama-tama yang harus diketahui adalah tahapan zaman terlahirnya ‘keris’ itu, kemudian meneliti bahan keris, dan ciri khas sistem pembuatan keris. Ilmu untuk kepentingan itu dinamakan ‘Tangguh’. Dengan ilmu tangguh itu, kita dapat mengenali nama-nama para Empu dan hasil karyanya yang berupa bilahan-bilahan keris, pedang, tombak, dan lain-lainnya. Adapun pembagian tahapan-tahapan zaman itu adalah sebagai berikut:
1. Kuno (Budho) tahun 125 M – 1125 M
meliputi kerajaan-kerajaan: Purwacarita, Medang Siwanda, medang Kamulan, Tulisan, Gilingwesi, Mamenang, Penggiling Wiraradya, Kahuripan dan Kediri.
2. Madyo Kuno (Kuno Pertengahan) tahun 1126 M – 1250 M.
Meliputi kerajaan-kerajaan : Jenggala, Kediri, Pajajaran dan Cirebon.
3. Sepuh Tengah (Tua Pertengahan) tahun 1251 M – 1459 M
Meliputi Kerajaan-kerajaan : Jenggala, Kediri, Tuban, Madura, Majapahit dan Blambangan.
4. Tengahan (Pertengahan) tahun 1460 M – 1613 M
Meliputi Kerajaan-kerajaan : Demak, Pajang, Madiun, dan Mataram
5. Nom (Muda) tahun 1614 M. Sampai sekarang
Meliputi Kerajaan-kerajaan : Kartasura dan Surakarta.

Telah kami ketengahkan tahapan-tahapan zaman Kerajaan yang mempunyai hubungan langsung dengan tahapan zaman Perkerisan, dengan demikian pada setiap zaman kerajaan itu terdapat beberapa orang Eyang yang bertugas untuk menciptakan keris.
Keris-keris ciptaan Empu itu setiap zaman mempunyai ciri-ciri khas tersendiri. Sehingga para Pendata benda pusaka itu tidak kebingungan. Ciri khas terletak pada segi garap dan kwalitas besinya. Kwalitas besi merupakan ciri khas yang paling menonjol, sesuai dengan tingkat sistem pengolahan besi pada zaman itu, juga penggunaan bahan ‘Pamor’ yang mempunyai tahapan-tahapan pula. Bahan pamor yang mula-mula dipergunakan batu ‘meteor atau batu bintang’ yang dihancurkan dengan menumbuknya hingga seperti tepung kemudian kita mengenali titanium semacam besi warnanya keputihan seperti perak, besi titanium dipergunakan pula sebagai bahan pamor. Titanium mempunyai sifat keras dan tidak dapat berkarat, sehingga baik sekali
untuk bahan pamor. Sesuai dengan asalnya di Prambanan maka pamor tersebut dinamakan pamor Prambanan. Keris dengan pamor Prambanan dapat dipastikan bahwa keris tersebut termasuk bertangguh Nom. Karena diketemukannya bahan pamor Prambanan itu pada jaman Kerajaan Mataram Kartasura (1680-1744).

Keris Diakui Dunia
Setelah wayang pada tahun 2003, kini giliran keris Indonesia diakui sebagai salah satu warisan budaya dunia yang mesti dilestarikan. Pengakuan UNESCO di Paris 25 November 2005 itu tentu merupakan percikan berita segar di tengah serba keterpurukan Indonesia akhir-akhir ini.
Keris, seperti juga teater Kabuki dari Jepang, pentas tradisional India— Ramlila yang mengetengahkan epik Ramayana—Samba dari Brasil, Mak Yong dari Melayu, ”Masih hidup dan dihayati, tradisi masih berlanjut. Berbeda dengan budaya samurai di Jepang yang kini sudah mati,” ungkap Direktur Jenderal Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) Koichiro Matsuura, yang ditemui Kompas pekan lalu, beberapa saat setelah menyerahkan sertifikat pengakuan UNESCO itu kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta.
Sebenarnya ada 64 warisan budaya yang diusulkan berbagai negara untuk diakui sebagai warisan dunia oleh UNESCO tahun ini. Akan tetapi, setelah melalui penilaian para juri yang bersidang pada 20-24 November 2005 dengan ketua Putri Basma binti Talal dari Jordania, hanya 43 yang diakui sebagai warisan budaya oral serta nonbendawi manusia (intangible cultural heritage of humanity). Sementara mahakarya (masterpiece) yang diakui UNESCO tahun 2001 serta tahun 2003, termasuk wayang, jumlahnya 47. Maka, total mahakarya warisan budaya dunia yang diakui 90. ”Proklamasi yang ketiga kali ini kemungkinan adalah yang terakhir. Konvensi akan segera dilaksanakan segera setelah 30 negara memiliki instrumen ratifikasi dan disetujui, seperti yang sudah dilakukan 26 negara sebelumnya,” ungkap Matsuura. Ratusan ribu dollar AS per tahun diperkirakan akan mengalir guna melestarikan keris Indonesia dan juga wayang.
”Lewat momentum penghargaan UNESCO ini mestinya kita menata kembali pandangan tentang keris,” ungkap Ir Haryono Haryoguritno, pakar keris yang memimpin tim riset pustaka dan lapangan juga diskusi selama setahun sejak Agustus 2004.

Begitulah sekelumit cerita tentang keris semoga bermanfaat bagi anda dalam memahami sebuh keris

Thursday, November 12, 2015

PANTAI BALEKAMBANG MALANG JAWA TIMUR


Pantai Balekambang,merupakan   wisata pantai yang indah dan wajib di kunjungu kalau kita bepergian ke kab,malang bagian selatan,. Pantai ini terletak di kecamatan Bantur, 65 Km sebelah selatan kota Malang. Pantai Balekambang terbentang dengan sangat indah dimana terdapat karang laut sepanjang 2 km dan memiliki lebar 200 meter ke arah laut.

di balekambang ada 3 pulau yang terdekat dengan  pantai ini, yaitu Pulau Ismoyo, Pulau Anoman dan Pulau Wisanggeni.
Pura Amerta Jati Pantai Balekambang Malang Jawa Timur - BromotravelguideDi pulau Ismoyo ini, anda akan menemui sebuah Pura megah yang bernama Pura Luhur Amertha Jati,sebagai tempat ibadah umat hindu di sekitran bale kambang dan ada sebuah jembatan yang menghubungkannya melalui pantai utama Balekambang.

setiap bulan Suro,di pantai Balekambang digelar upacara Surohan dan upacara Jalanidha Puja.sehingga pengunjung terlihat lebih ramai dari biasanya.

Apabila anda kepingin ke pantai bale kambang, dari kota malang anda mencari jurusan kepanjen,setelah itu,dari sana sudah ada petunjuk menuju pantai bale kambang.